Kamis, 09 Juni 2011

PERBEDAAN ILMU & PERSANGKAAN

KAJIAN JUZ 8


Allah berfirman dalam Surat 6 ayat 111, yang merupakan awal Juz 8 sbb.:
“ Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan segala sesuatu di hadapan mereka, mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.

Kecuali orang yang benar takutnya kepada Allah, hampir semua orang menganggap dirinya baik. Ketika melakukan suatu kesalahan ia akan mencari berbagai dalih pembenaran dan segera melupakannya, namun ketika melihat kesalahan orang lain sangat menggangu pikirannya bahkan tidak sungkan mencerca dengan pedas.
Hal tersebut juga termasuk  ajaran yang dianutnya. Ia merasa paham yang dianutnya yang paling benar. Ketika melihat ajaran atau aliran lain yang berseberangan ia segera mencap paham lain itu sesat dan kafir. Akan tetapi saat ia ditanya sejauh mana ilmu yang diketahuinya atas paham yang dianutnya, bagaimana riincian kandungan kitabnya, bagaimana sejarahnya, dsb. Ia akan menjawab hanya mengikuti saja orang tua atau gurunya, namun ia tetap yakin dia yang paling benar.
Firman Allah dalam Surat 6 ayat 116:
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan belaka dan mereka hanya membuat kebohongan.”
Jika kita bertanya kepada orang yang beragama lain misalnya yang beragama Nasrani, ia kan menjawab dengan mantap agamanya paling benar. Tetapi belum tentu dia menguasai bagaimana sejarah sesungguhnya saat terjadi keguncangan  dan perselisihan keraguan di kalangan murid dan masyarakat saat terjadi peristiwa penyaliban atas siapa yang disalib, siapa yang pertama kali mengajarkan paham Trinitas, siapakah Paulus? Tidak tahukan dalam Perjanjian baru sendiri ada bukti-bukti yang menunjukan perselisihan paham antara Paulus dengan murid Yesus itu sendiri ? Bagaimana sejarah Nasrani yang murni yang dianut para murid Yesus bisa tersingkir dan tergantikan dengan paham Trinitas? Berapa banyak Injil yang tersebebar saat itu yang saling bertentangan? Kapan diadakannya konsili yang menetapkan 4 Injil yang diakui dan kenapa hal itu terjadi? Siapa itu Yahya, Matius, Lukas? Apakah mereka pernah bertemu Yesus? Kapan dan kenapa timbul Kristen Protestan? Dsb.
Demikian pula jika kita bertanya kepada kalangan umat Islam, apa saja yang diuraikan Allah dalam surat Al Baqoroh? Apa saja perintah dan larangan Allah di dalamnya? Apa isi surat Al Mukmin jika kamu mengaku orang beriman? Apa isi Surat Muhammad? Apa isi surat Al Haj jika kamu telah pergi haji? Juz 30 terdiri atas  berapa surat? Bagaimana sejarah islam di Indonesia? Paham apa saja yang telah tersebar dan berasimilasi? Benarkah ritual yang dijalankan masih murni atau telah berbaur dengan tradisi dan  ajaran lain? Apakah kita hanya mengikuti tata cara dari orang tua dan masyarakat tanpa berfikir? Bagaimana kalau mereka keliru?
Seorang sarjana barat, Cliford Geertz dalam tulisanya “The Javanese Religion” menyatakan bahwa Islam di Jawa adalah Islam sinkretik yang merupakan campuran antara Islam, Hindu Budha dan Animisme. Corak Islam Jawa merupakan pemaduan dari berbagai unsur yang telah menyatu sehingga tidak bisa dikenali lagi sebagai Islam. Wali songo pada masa penyebaran Islam memadukan Islam dengan budaya yang ada di masyarakat untuk meraih minat umat. Pada perjalanannya hal ini semakin kental menyatu. Sehingga banyak keyakinan dan ritual yang tidak lagi bersumber dari Al Quran dan Sunah.
Andrew Beatty dalam kajiannya “Adam  and Eve and Vishnu :Syncretism in The Javanese Slametan” mendukung tulisan Geertz. Para Sarjana barat ini menggambarkan Islam di Indonesia adalah Islam Nominal, yaitu Islam yang hanya di dalam pengakuan dan bukan masuk ke dalam keyakinan dan penghayatan (Nur Syam, Guru Besar Sosiologi IAIN Sunan Ampel pada Makalah Islam pesisiran dan Islam pedalaman: Tradisi Islam di tengah perubahan sosial).
Berbagai konsep dan Tradisi yang berkembang di masyarakat yang tidak bersumber dari Al Quran dan As Sunah al.:
1.       Konsep Numerologi, yakni mengkaitkan keyakinan dengan angka, penanggalan dan hari. Contoh penghitungan tanggal kelahiran dikaitkan dengan nasib, tanggal pernikahan, hari naas-hari baik, Jumat Kliwon,dsb.
2.       Tradisi selametan, selametan tujuh bulan kehamilan, ritual setelah kelahiran, bubur merah-bubur putih, mandi kembang, ngarak, syuroan, khaul , dsb.
3.       Upacara sedekah laut, yakni memotong kerbau dan kepalanya di lempar ke laut supaya para nelayan mendapat limpahan berkah. Demikian pula di beberapa daerah para petani melakukan ritual sejenis untuk panen sawah dan tanamannya.
4.       Keyakinan akan benda-benda dan tempat yang dianggap sakti, penangkal  dan  keramat.
5.       Ritual-ritual yang telah berkembang luas, seperti talqin mayat, tahlilan 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari, dsb.

Firman Allah dalam surat 6 ayat 137 :
“ Dan demikianlah berhala-berhala mereka(setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa yang mereka ada-adakan.”
Dan firman-Nya di Surat yang sama ayat 148:
Orang-orang musyrik akan berkata ‘ Jika Allah menghendaki tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami (yang kami ikuti), dan kami tidak akan mengharamkan apapun.’ Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan sampai mereka merasakan azab Kami. Katakan : ’Apakah kamu mempunyai penggetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada Kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira.”
Dan Firman-Nya di ayat 159:
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikitpun bukan tanggung jawabmu atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka buat.”
Dalam ayat 3 Surat Al- A’Raf Allah memerintahkan untuk hanya mengikuti yang diturunkan dari-Nya dan melarang mengikuti selainnya dan dinyatakan-Nya  amat  sedikit manusia mengambil pelajaran. Manusia sangat sibuk dengan dirinya sendiri, melupakan asal-usulnya dan merasa dirinya sudah benar. Tanpa disadari dia telah setuju dengan tabiat Iblis dan menjadi budaknya.
Iblis telah bersumpah kepada Allah untuk menipu manusia dari berbagai arah dan cara. Kepada orang awam dia menyuruh berbuat keji yang kasat mata, kepada para santri ditimbulkan perasaan bersaing, perselisihan karena ucapan, kedengkian dan permusuhan, kepada yang mengaku guru  dibisikan rasa bangga diri, ujub, riya, gila hormat dan  takabur.
Allah telah memperingatkan manusia agar jangan sampai terpedaya setan. Lindungi diri kita dengan sebaik-baik pakaian yaitu takwa. Pengertian takwa lebih cenderung pada rasa takut, siapapun tidak punya rasa takut pada-Nya bukan tergolong orang yang bertakwa walaupun mengaku ulama.
Takwa hanya akan diraih dengan ilmu. Seluas-luas dan sedalam-dalam ilmu adalah Al Quran. Barang siapa yang sehari semalam tidak menghayati Al Quran maka binasalah ia, ketika kematian datang sedangkan ia menyangka seperti biasanya, hidup masih lama masih banyak waktu. Maka kelak ia ditempatkan pada tempat yang paling rendah yakni dalam neraka yang bergejolak, sedangkan orang-orang bertakwa ditempatkan pada tempat yang paling tinggi.
Menghadapi orang-orang yang merasa benar padahal jauh dari ilmu, kepada orang-orang yang beriman diperintahkan bersabar sebagaimana dicontohkan para Nabi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar