(Anda menjadi apa yang anda pikirkan)
Bagian I
Disadari atau tidak manusia adalah produk pikirannya sendiri. Kalau anda berfikir bahwa anda adalah seorang yang baik dan suka memberi, maka anda akan menjadi orang yang baik dan suka memberi. Kalau anda berfikir anda seorang yang jahat maka anda kan menjadi orang yang jahat. Kalau anda berpendapat anda seorang pemalu maka anda menjadi seorang pemalu. Kalau anda bependapat anda seorang yang bodoh maka akan menjadi demikian kenyataannya.
Pemikiran disini adalah pemikiran secara jujur dari hati nurani terdalam . Pemikiran demikian terbentuk bertahun-tahun mulai dari masa kecil hingga dewasa. Mulai dari perlaku orang tua terhadap anda, perlakuan dari lingkungan dan pengalaman pahit dan manis dari hidup. Pendapat orang lain tentang diri anda mengikuti pendapat anda tentang diri sendiri. Orang berpendapat bahwa anda seorang yang canggung dan pemalu karena anda sendiri yang menunjukkan sikap demikian, tetapi kalau anda berfikir anda seorang yang hangat , penuh percaya diri dan menyenangkan, maka anda akan bersikap demikian pula dan juga pendapat orang tentang anda.
Demikian pula dengan keadaan kehidupan kelapangan atau kesejahteraan, ketinggian dan kerendahan kedudukan seseorang. Kalau anda selalu berfikir anda seorang yang susah, rendah dan anda selalu bersedih hati karenanya maka kehidupan akan mewujudkan keadaan demikian. Perhatikan firman Allah dalam surat 58 ayat 11 :
“ Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ‘ Berdirilah kamu’ maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (kedudukan) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
Ayat tersebut bisa dilihat sebagai ayat muhkamat atau ayat mutasyabihat tergantung dari sisi mana menafsirkannya. Namun ayat-ayat Al Quran adalah luas. Ayat ini mencakup perintah lahiriah juga batiniah. Adalah benar kalau ditafsirkan jangan duduk berhimpit-himpitan ketika hadir dalam suatu majelis, namun adalah benar juga jika dihubungkan dengan perintah lapangkanlah dada atau hati niscaya Allah memberi kelapangan hidup , serta perintah berdirilah atau bangkitlah jangan menganggap diri rendah niscaya Allah akan mengangkat derajat kedudukan dalam hidup
Kelapangan dada atau hati adalah langkah awal bagi terwujudnya semua kemudahan, kelapangan hidup dan kedudukan yang baik. Perhatikan surat Al Insyirah ( Surat 94) yang artinya Kelapangan sbb.:
1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?
2. Dan Kami angkat beban darimu
3. Yang memberatkan punggungmu
4. Dan Kami tinggikan sebutan bagimu
5. Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
6. Sesudah kesulitan itu ada kemudahan
7. Maka apabila telah selesai (suatu urusan) kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain)
8. Dan hanya kepada Tuhan-mulah engkau berharap.
Barangkali kita pernah membaca membaca sebuah Hadis Qudsi yang terkenal dimana Allah berfirman “ Aku mengikuti sangkaan hamba-KU” Kalau kita menilai diri tidak mampu, tidak akan bisa mencapai sesuatu, maka pikiran kita akan mengeluarkan berbagai alasan kenapa tidak mampu dan tidak bisa. Namun jika kita memiliki keyakinan kuat kita bisa mencapainya, apalagi bersandar kepada Yang Maka Kuasa dan kekuasaan-Nya tanpa batas, pikiran kita akan menemukan jalan-jalan yang selama ini tertutup karena kita sendiri yang selama ini menutupnya.
Semua benda atau materi di alam semesta ini memiliki unsur partikel terkecil yang disebut atom. Atom terdiri dari dua unsur yakni proton dan neutron. Belakangan para akhli menemukan bahwa unsur-unsur ini ternyata adalah energi. Dan ketahuilah bahwa energi dapat dikendalikan oleh kekuatan pikiran. Barangkali kita pernah menemukan suatu kejadian yang disebut orang kena santet. Paku, jarum dan benda-benda materi lainnya bisa ada di dalam perut seseorang. Atau dalam film serial Startrek digambarkan orang bisa berpindah tempat ke tempat yang dituju hanya dalam sekejap mata setelah sebelumnya orang tersebut diubah menjadi energi dan dikembalikan lagi menjadi materi pada tempat yang dinginkan.
Dalam Islam terdapat Lima pilar untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Lima pilar ini juga merupakan lima langkah kekuatan untuk meraih kehidupan yang penuh dengan kenikmatan. (BERSAMBUNG)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar